Jika kamu merasa harga komponen laptop dan komputer makin tinggi, kamu gak salah. Karena memang sejak November 2025 harga RAM dan SSD makin naik. Setelah sempat turun di awal 2025, harga RAM DDR5 kini meroket bahkan hingga 250%, sementara harga SSD juga terus merangkak naik.
Apa Penyebab Krisis SSD dan RAM?
Pemicu utamanya adalah booming industri AI. Server AI membutuhkan kapasitas memori dan penyimpanan yang sangat besar.
Produsen raksasa seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron lebih memprioritaskan produksi komponen enterprise untuk pusat data karena margin keuntungannya jauh lebih tinggi. Akibatnya, pasokan chip untuk pasar konsumen (PC gaming dan laptop) menjadi langka.
Harga yang Makin “Gak Ngotak”
Banyak yang nggak nyangka kalau kenaikannya bisa separah ini. Sebagai gambaran, ada beberapa jenis RAM DDR5 yang tadinya stabil di harga terjangkau, sekarang harganya melonjak sampai 250% bahkan lebih. RAM DDR4 yang tergolong “barang lama” pun nggak luput dari kenaikan harga karena produksinya mulai dikurangin sama pabrik, padahal peminatnya masih banyak banget.
Gak cuma RAM, SSD juga ikutan naik. Dulu kita bisa dapet SSD kapasitas gede dengan harga murah meriah pas lagi diskon. Sekarang? Harganya naik pelan tapi pasti tiap bulan. Bahkan ada kabar kalau HDD (Harddisk konvensional) pun bakal makin mahal karena stoknya mulai rebutan sama kebutuhan penyimpanan data server yang makin membludak.

Kamu bisa lihat, harga SSD yang sama pada bulan September dan Desember 2025 berbeda hampir dua kali lipat.

Sedangkan harga RAM bisa naik 3 kali lipat untuk tipe DDR4. Tinggi banget kenaikan harganya.
Laptop Ikutan Kena Imbas
Jangan pikir krisis ini cuma soal RAM dan SSD aja. Vendor-vendor laptop mulai pusing karena biaya komponen di dalamnya naik semua. Ujung-ujungnya, harga jual laptop ke kita sebagai konsumen pun pasti bakal naik atau speknya jadi dipangkas.

Vendor laptop pun sudah membuat pengumuman resminya mengenai kenaikan harga ini.
Mending Beli Sekarang atau Tunggu Turun?
Nah, ini pertanyaan paling umum: “Mending beli sekarang atau nunggu tahun depan ya, siapa tahu turun?”
Berdasarkan analisis para ahli, krisis memori ini diprediksi nggak bakal selesai dalam waktu singkat. Ada yang bilang butuh waktu 3 sampai 4 tahun lagi sampai pasokan kembali normal. Jadi, kalau kamu berharap harga bakal turun drastis di akhir tahun ini, sepertinya itu cuma harapan kosong.
Justru, ada risiko harga bakal makin naik di bulan-bulan depan karena stok lama yang dibeli toko dengan harga murah sudah habis, dan mereka harus stok ulang dengan harga baru yang jauh lebih mahal.
Tips Buat Kamu yang Mau Upgrade
Kalau laptop atau PC kamu sekarang udah terasa lemot banget gara-gara RAM sesak atau SSD kepenuhan, saran kami di FixNow.id adalah:
Jangan ditunda lagi. Membeli komponen sekarang mungkin kerasa mahal, tapi menunggu beberapa bulan lagi bisa jadi malah makin mahal dan barangnya makin susah dicari. Pastikan kamu pilih komponen yang memang sesuai kebutuhan, nggak perlu terlalu berlebihan yang penting fungsional buat kerjaan atau harian kamu.








